Seleksi ikan merupakan program perbaikan genetik yang bertujuan untuk
melakukan pemuliaan hingga menghasilkan benih yang unggul dan diperoleh
induk ikan hasil seleksi agar dapat
meningkatkan produktivitas.
Agar tidak terjadi penurunan mutu induk, maka hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam seleksi induk yaitu :
- Mengetahui asal usul induk,
- Melakukan pencatatan data induk (umur, masa reproduksi),
- Melakukan seleksi induk berdasarkan kaidah genetik,
- Melakukan pemenuhan kebutuhan nutrisi induk,
- Mengurangi kemungkinan perkawinan sedarah.
Seleksi induk dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa program
pengembangbiakan sebagai berikut :
1. Selective
Breeding
Suatu
program yang dilakukan untuk memperbaiki nilai pemuliabiakkan (breeding value) dari suatu populasi
dengan melakukan seleksi dan perkawinan hanya pada ikan-ikan yang terbaik.
2. Outbreeding
Merupakan
perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya),
masih dalam satu varietas atau beda varietas.
3. Inbreeding
Merupakan
perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan
dan betina yang sama. Inbreeding
menghasilkan kehomozigotan yang akan melemahkan individu-individunya terhadap
perubahan lingkungan.
4. Hibridisasi
Pengertiannya
hampir sama dengan outbreeding.
5. Monosex atau Sex
Reversal
Suatu
teknologi yang membalikkan
arah perkembangan kelamin menjadi berlawanan. Cara ini dapat dilakukan
pada saat ikan belum berdiferensiasi secara jelas menjadi jantan atau betina
tanpa merubah genotipnya.
Induk ikan yang baik sebaiknya dipelihara sejak benih umur 1 bulan dan
diseleksi kembali pada saat ikan berukuran 100 – 200 gram. Pemilihan calon
induk jantan dan betina berdasarkan ciri-ciri morfologinya, diantaranya :
- Memiliki karakter morfologis yang baik,
- Berasal dari keturunan yang berbeda,
- Memiliki pertumbuhan yang cepat,
- Sehat,
- Tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan,
- Responsif terhadap pakan.
Pemeliharaan induk ikan dilakukan dengan padat penebaran 4 kg/m2
dan diberi pakan sebanyak 3 – 5 % bobot per hari. Pemberian pakan induk
dilakukan 2 – 3 kali sehari. Pemeliharaan induk ikan bertujuan untuk
mempercepat pematangan gonad serta peningkatan kualitas telur. Faktor yang
mempengaruhi perkembangan gonad didominasi oleh suhu, makanan, periode
pencahayaan dan musim. Induk ikan dapat
bereproduksi secara maksimal adalah sebanyak 6 – 8 kali pemijahan.
Pemeliharaan calon induk bertujuan untuk menjaga kontinuitas produksi
benih perlu dilakukan regenerasi induk ikan. Calon induk ikan dipelihara mulai
dari ukuran 50 – 100 gr/ekor. Calon induk yang dipelihara dilakukan seleksi
setiap 1 – 2 bulan. Pakan yang diberikan pada calon induk ikan berupa pakan alami
dan pakan buatan. Pakan buatan yang diberikan harus memiliki kandungan protein
antara 25 – 30 %, dan lemak < 4 %.
Kebutuhan pakan harian dinyatakan sebagai tingkat pemberian pakan (feeding rate) per hari yang ditentukan
berdasarkan ukuran dan persentase bobot ikan. Semakin besar ukuran ikan maka feeding ratenya semakin kecil, tetapi jumlah pakan perharinya semakin
besar. Perhitungan kebutuhan pakan harian sebagai berikut :
∑ Pakan
Harian (kg) = Feeding
Rate (%) x Bobot Biomassa (kg)
Pustaka :
Gusrina, 2008. Budidaya Ikan. Jilid I. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta
Gusrina, 2008. Budidaya Ikan. Jilid I. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta

Terima kasih pak saya banyak dapat ilmu bagaimana memilih indukan ikan yang baik. Sukses selalu ya pak...
BalasHapus