Kamis, 21 Maret 2019

Seleksi Induk Ikan Lele Matang Gonad atau Siap Pijah


Seleksi induk ikan lele secara umum dimulai dari ikan berukuran benih (5-10 cm). Benih ikan yang baik untuk induk dipilih dengan ciri-ciri antara lain adalah memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, tidak cacat, gerakan lincah dan memiliki bentuk tubuh yang baik. Benih/calon induk tersebut dipelihara di dalam kolam dengan baik, selanjutnya calon induk tersebut dilakukan seleksi induk secara berkala sampai mendapat induk yang benar-benar baik dan sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan pembenihan ikan lele diawali dengan seleksi induk. Induk yang akan dipilih adalah induk jantan dan betina yang matang gonad.

Ciri-Ciri Induk Betina Ikan Lele
1.  Genital papila berbentuk bundar (oval)
2.  Bagian perut relatif lebih besar
3.  Gerakan lambat
4.  Jika diraba bagian perut terasa lembek
5.  Alat kelamin berwarna kemerah 
     merahan.

Ciri-Ciri Induk Jantan Ikan Lele
1.   Genitalnya meruncing ke arah ekor
2.  Perut ramping
3.  Pada ujung alat kelamin berwarna kemerahan
4.  Warna tubuh coklat kemerahan. 

Induk yang sudah dipilih berdasarkan matang gonadnya, kemudian diberok (dipuasakan) selama 2 hari. Selama pemberokan induk jantan dan betina dipisahkan

Tujuan dari pemberokan ini adalah untuk mengurangi kandungan lemak pada tubuh ikan. Hal ini disebabkan lemak pada tubuh ikan dapat menghambat ovulasi telur pada betina dan pengeluaran sperma pada induk jantan. 

Induk yang akan diberok dipisahkan antara induk jantan dan betina. Hal ini bertujuan untuk menghindari mijah maling. Selain itu, pemisahan induk tersebut bertujuan mempercepat pemijahan ikan.

Ciri-Ciri Induk Ikan Lele Matang Gonad atau Siap Pijah 
Induk Betina
Secara umum, induk ikan lele betina yang matang gonad atau siap pijah memiliki ciri-ciri yaitu : bagian perut tampak membesar ke arah anus, jika diraba bagian perut terasa lembek, lubang kelamin berwarna kemerahan dan agak membesar, jika bagian perut secara perlahan diurut ke arah anus, akan keluar beberapa butir telur berwarna hijau tua dan ukurannya relatif besar, gerakan lambat.

Induk Jantan
Secara umum, induk ikan lele jantan yang matang gonad atau siap pijah memiliki ciri-ciri yaitu : tubuh ramping dan gerakannya lincah, alat kelamin tampak jelas memerah, warna tubuh agak kemerah-merahan.


Video 


Pustaka :
Gusrina, 2008. Budidaya Ikan. Jilid I. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta

Seleksi Induk Ikan

Seleksi ikan merupakan program perbaikan genetik yang bertujuan untuk melakukan pemuliaan hingga menghasilkan benih yang unggul dan diperoleh induk  ikan hasil seleksi agar dapat meningkatkan produktivitas.
Gambar Induk Ikan Mas (sumber : https://www.ikannila.com)
Agar tidak terjadi penurunan mutu induk, maka hal-hal yang perlu diperhatikan dalam seleksi induk yaitu : 
  1. Mengetahui asal usul induk,
  2. Melakukan pencatatan data induk (umur, masa reproduksi),
  3. Melakukan seleksi induk berdasarkan kaidah genetik,
  4. Melakukan pemenuhan kebutuhan nutrisi induk,
  5. Mengurangi kemungkinan perkawinan sedarah. 
Seleksi induk dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa program pengembangbiakan sebagai berikut :
1. Selective  Breeding
Suatu program yang dilakukan untuk memperbaiki nilai pemuliabiakkan (breeding value) dari suatu populasi dengan melakukan seleksi dan perkawinan hanya pada ikan-ikan yang terbaik.
2. Outbreeding 
Merupakan perkawinan antara individu-individu yang tidak sekerabat (berbeda induknya), masih dalam satu varietas atau beda varietas.
3. Inbreeding
Merupakan perkawinan antara individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama. Inbreeding menghasilkan kehomozigotan yang akan melemahkan individu-individunya terhadap perubahan lingkungan.
4. Hibridisasi
Pengertiannya hampir sama dengan outbreeding.
5. Monosex atau Sex Reversal 
Suatu teknologi  yang  membalikkan  arah perkembangan kelamin menjadi berlawanan. Cara ini dapat dilakukan pada saat ikan belum berdiferensiasi secara jelas menjadi jantan atau betina tanpa merubah genotipnya.

Induk ikan yang baik sebaiknya dipelihara sejak benih umur 1 bulan dan diseleksi kembali pada saat ikan berukuran 100 – 200 gram. Pemilihan calon induk jantan dan betina berdasarkan ciri-ciri morfologinya, diantaranya : 
  1. Memiliki karakter morfologis yang baik,
  2. Berasal dari keturunan yang berbeda,
  3. Memiliki pertumbuhan yang cepat,
  4. Sehat,
  5. Tahan terhadap penyakit dan perubahan lingkungan,
  6. Responsif terhadap pakan.
Pemeliharaan induk ikan dilakukan dengan padat penebaran 4 kg/m2 dan diberi pakan sebanyak 3 – 5 % bobot per hari. Pemberian pakan induk dilakukan 2 – 3 kali sehari. Pemeliharaan induk ikan bertujuan untuk mempercepat pematangan gonad serta peningkatan kualitas telur. Faktor yang mempengaruhi perkembangan gonad didominasi oleh suhu, makanan, periode pencahayaan dan musim.  Induk ikan dapat bereproduksi secara maksimal adalah sebanyak 6 – 8 kali pemijahan. 
Gambar Pemberian Pakan Ikan (sumber : https://travel.detik.com)
Pemeliharaan calon induk bertujuan untuk menjaga kontinuitas produksi benih perlu dilakukan regenerasi induk ikan. Calon induk ikan dipelihara mulai dari ukuran 50 – 100 gr/ekor. Calon induk yang dipelihara dilakukan seleksi setiap 1 – 2 bulan. Pakan yang diberikan pada calon induk ikan berupa pakan alami dan pakan buatan. Pakan buatan yang diberikan harus memiliki kandungan protein antara 25 – 30 %, dan lemak < 4 %.

Kebutuhan pakan harian dinyatakan sebagai tingkat pemberian pakan (feeding rate) per hari yang ditentukan berdasarkan ukuran dan persentase bobot ikan. Semakin besar ukuran ikan maka feeding ratenya semakin kecil, tetapi jumlah pakan perharinya semakin besar. Perhitungan kebutuhan pakan harian sebagai berikut :
∑ Pakan Harian (kg) = Feeding Rate (%) x Bobot Biomassa (kg)




Pustaka :
Gusrina, 2008. Budidaya Ikan. Jilid I. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta